News & Events

Kinerja Membaik Dua Tahun Beruntun, PT Exploitasi Energi Indonesia Andalkan Pasokan Batubara Untuk Sektor Kelistrikan

JAKARTA, Sudutnegeri.com – PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk menargetkan pengiriman sedikitnya 2 juta ton batubara kepada PT PLN (Persero) sepanjang 2026. Perseroan menegaskan fokus utama tahun ini adalah menjaga kelancaran pasokan sesuai kontrak, sembari tetap siap memenuhi permintaan tambahan apabila dibutuhkan oleh PLN.

Corporate Secretary PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk menjelaskan bahwa kontrak pasokan batubara dengan PLN pada dasarnya berada di kisaran 2 juta ton per tahun. Namun, dalam pelaksanaannya volume pengiriman dapat berubah mengikuti kebutuhan operasional pembangkit listrik.

“Yang menjadi target utama kami adalah menjaga pengiriman minimal 2 juta ton sesuai kontrak. Dalam praktiknya, ada kemungkinan penyesuaian sekitar 10 persen, baik bertambah maupun berkurang, tergantung kebutuhan PLN,” ujar Corporate Secretary Perseroan dalam sesi tanya jawab Public Expose.

Perseroan menyebutkan belum menetapkan target pendapatan secara spesifik karena masih dipengaruhi sejumlah faktor eksternal, seperti fluktuasi harga batubara dan nilai tukar. Oleh sebab itu, perusahaan lebih memilih berfokus pada pencapaian target volume pengiriman.

Selain membahas target operasional, manajemen juga menjelaskan alasan divestasi salah satu anak usaha pada April 2026. Pelepasan perusahaan tersebut dinilai tidak memberikan dampak terhadap kegiatan operasional maupun kinerja perseroan karena aset tambang tersebut memang belum berproduksi.

Menurut manajemen, lokasi tambang berada di wilayah yang memiliki tantangan logistik cukup besar. Selain membutuhkan pembangunan akses jalan yang panjang, kegiatan operasional juga berpotensi menghadapi kendala sosial di masyarakat sekitar.

“Dari sisi operasional, aset tersebut memang belum kami eksploitasi. Karena pertimbangan efisiensi dan tantangan pengembangan, akhirnya kami memutuskan melepasnya kepada pengusaha lokal yang dinilai lebih memahami kondisi wilayah tersebut,” jelasnya.

Dana hasil divestasi tersebut selanjutnya dimanfaatkan sebagai tambahan modal kerja untuk mendukung kegiatan operasional utama perseroan yang berfokus pada perdagangan batubara.

Perseroan menegaskan strategi bisnisnya tidak bertumpu pada eksploitasi tambang sendiri, melainkan bekerja sama dengan berbagai perusahaan tambang sebagai pemasok. Model bisnis tersebut dinilai lebih fleksibel sekaligus mampu menjaga efisiensi kebutuhan modal.
Terkait peluang tambahan pasokan kepada PLN, manajemen menjelaskan bahwa hingga pertengahan tahun belum terdapat permintaan tambahan karena kuota kontrak masih mencukupi. Meski demikian, peluang tersebut tetap terbuka apabila terdapat pemasok lain yang tidak mampu memenuhi kewajibannya.

Setiap bulan, PT Exploitasi Energi Indonesia bersama PLN melakukan evaluasi realisasi pengiriman sekaligus menyusun rencana distribusi untuk bulan berikutnya. Dari kontrak sekitar 2 juta ton per tahun, perseroan rata-rata mengirim sekitar 160.000 ton batubara setiap bulan ke tujuh PLTU yang menjadi pelanggan.

“Apabila ada pemasok lain yang mengalami kendala sehingga tidak dapat memenuhi pasokan, PLN biasanya menawarkan tambahan volume kepada pemasok yang siap, termasuk kepada kami. Selama kami memiliki kapasitas pasokan, kami siap memenuhi kebutuhan tersebut,” tutup Corsec PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk.

(ANDI ARIEF AGUSTIAN)

https://sudutnegeri.com/kinerja-membaik-dua-tahun-beruntun-pt-exploitasi-energi-indonesia-andalkan-pasokan-batubara-untuk-sektor-kelistrikan/